(X.3) PRINSIP-PRINSIP DESAIN DALAM KARYA
1. Idenditas
- Nama Guru : Armayyeni Nurillia Marsim, M.Pd., Gr.
- Mata Pelajaran : SBDK
- Hari/ Tanggal : Selasa, 22 September 2026
- Fase/ Kelas : E/ X.E.3
- Materi : Prinsip - Prinsip Desain dalam Karya
- Pertemuan : 1
2. Capaian Pembelajaran
Mengelaborasi tari tradisi atau tari kreasi berdasarkan makna, simbol, nilai estetis dari sudut pandang aspek seni sesuai dengan pengalaman dan wawasan.
3. Tujuan Pembelajaran
Murid mampu memahami materi perancangan pertunjukan tari tradisi dan kreasi dengan bahasa sendiri yang lebih sederhana serta mudah dimengerti.
- Mindful Learning (Berkesadaran) : Guru meminta murid untuk duduk tenang dan memejamkan mata. Minta mereka membayangkan salah satu karya seni yang mereka cari. Fokus pada warna, bentuk, dan kesan yang muncul. Ini untuk mengaktifkan imajinasi visual dan koneksi emosional.
- Meaningful dan Joyful Learning (Bermakna dan Mengembirakan) : Guru menampilkan sebuah karya seni rupa yang provokatif atau multi-interpretasi (misalnya, lukisan surealis atau patung modern). Ajukan pertanyaan: "Apa yang pertama kali kamu lihat?", "Apa yang kamu rasakan saat melihatnya?", "Menurutmu, apa pesan dari karya ini?". Membangkitkan rasa ingin tahu dan keinginan untuk berpendapat.
4. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Lingkup Materi | Kompetensi | Tujuan Pembelajaran (TP) | Kode TP |
Menemukan Unsur dan Prinsip Desain di Sekitar Kita (Kelas X Semester 1) | Memahami | Murid mampu memahami materi unsur dan prinsip desain di sekitar kita dengan bahasa sendiri yang lebih sederhana serta mudah dimengerti | TP 1 |
5. Ayat Al - Qur'an yang Berkaitan dengan Materi Pelajaran :
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ
“Kemudian ulangilah pandangan(mu) berkali-kali, niscaya pandanganmu itu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan cacat, dan ia dalam keadaan letih.” (QS. Al-Mulk/67: 4)
Keterkaitan dengan materi: Ayat ini mengajarkan murid untuk mengamati sesuatu tidak hanya sekali pandang, tetapi berulang kali secara teliti sebelum menyimpulkan, sama seperti proses mendeskripsikan karya seni rupa secara objektif maupun subjektif. Sikap cermat ini juga sejalan dengan prinsip keseimbangan (balance) dalam desain, karena semakin teliti murid mengamati, semakin mampu ia menangkap keharmonisan susunan garis, bentuk, dan warna pada sebuah karya.
Komentar
Posting Komentar